Tanggal
4 Oktober 2012 Puskesmas Sukomulyo menunjukkan kepeduliannya terhadap remaja
dengan mengadakan Pelatihan PKPR Puskemas
Sukomulyo DI Ruang TP UKS Kecamatan Manyar. Acara tersebut mengusung
Tema “ Dengan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja Kita Selamatkan Masa
Depan Generasi muda “. Acara ini di buka oleh Kabag Kesga Dinas Kesehatan dr. Heny Jasaningsih , Bapak Jairuddin selaku Camat Manyar dan Kepala UPT Puskesmas Sukomulyo dr. Lestari
Sudaryanti, M.Kes. 32 Peserta pada
pelatihan PKPR ini terdiri dari Kader UKS SMA wilayah kerja Puskesmas Sukomulyo, dan perwakilan
karang taruna Desa Sukomulyo, Suci, Roomo, Yosowilangun dan Tebalo. Pelatihan
di bimbing oleh tim PKPR Puskesmas Sukomulyo . Materi yang diberikan meliputi
tentang NAPZA, HIV AIDS, maslah reproduksi remaja. Dan dilanjutkan diskusi dan
role play tentang materi- materi tersebut. Untuk menindak lanjuti pelatihan
tersebut kader UKS dan remaja karang taruna membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL)
untuk kegiatan dtempatnya masing-masing.
Minggu, 28 Oktober 2012
Kamis, 19 Juli 2012
PIJAT BAYI
Pemijatan pada bayi merupakan sarana ikatan yang indah
antara bayi dan orang tuanya.pijat bayi sangat bermanfaat bagi perkembangan
fisik dan emosi bayi.
SEJAK USIA BERAPA BAYI BOLEH MULAI DI PIJAT?
-Bayi dapat mulai di pijat sejak lahir.
-Bila d bawah usia 2 bulan,pemijatan dilakukan dengan
lembut.
-Pemijatan
setiap hari selama 15 menit dalam 6 hingga 7 bulan pertama akan sangat
bermanfaat bagi bayi.
SEBELUM
MEMULAI,PASTIKAN:
1.Tangan
bersih dan hangat.
2.Kuku
atau perhiasan tidak boleh menggores kulit bayi.
3.Ruang
kamar hangat dan tidak berangin.
4.Bayi
tidak dalam keadaan lapar atau baru makan(ASI/SUSU).
5.Anda
duduk dengan tenang dan santai.
6.Bayi
dibaringkan di tempat yang rata dengan alas kain yang lembut.
7.Menyiapkan
handuk,popok ekstra,baju ganti,dan baby oil/lotion.
MANFAAT DARI PEMIJATAN BAYI SETIAP HARI
v Memacu sistem sirkulasi bayi
dan denyut jantung,pernafasan,pencernaan,dan sistem kekebalan tubuh.
v Membuat bayi lebih tenang.
v Meningkatkan kemampuan bayi
menyerap ASI sehingga memicu produksi ASI.
v Mendorang pertumbuhan susunan
otot dan kelenturan dimana akan membantu dalam pertumbuhan kemampuan fisik
bayi.
v Meningkatkan ikatan batin
antara ibu dan bayi.
TIPS :
a. Selama pemijatan,buat kontak mata
dengan bayi.
b. Ajak bayi bicara atau
bersenandung/bernyanyi.
c. Mulai dengan sentuhan lembut
dan secara bertahap tambahkan tekanan pada pijatan anda.
d. Jangan membangunkan bayi
tidur untuk dipijat.
e. Bila bayi sedikit
menangis,tenangkan dahulu.bila menangis lebih keras hentikan pemijatan.
f.
Jangan memijat bayi langsung sehabis makan.
g. Gunakan baby oil/lotion untuk
memijat.
TEKNIK/CARA PIJAT BAYI
dengan Teknik pijat bayi,satu hal
penting sebelum Anda memulai, jangan memijat bayi Anda sesaat sebelum maupun
sesudah minum ASI/makan, ataupun ketika ia sudah mengantuk. Lokasinya bisa di
mana saja yang nyaman untuk Anda berdua. Yang jelas, sebaiknya dilakukan di
atas lantai dan dialas handuk.
Telapak Kaki – Ambil salah satu telapak kakinya dan secara lembut putarlah beberapa kali ke arah kiri, lalu ulangi lagi ke arah kanan. Setalah itu, pijatlah punggung telapak kakinya mulai dari arah mata kaki ke arah jari-jari kaki. Pindah ke telapak kaki satunya dan ulangi seperti itu.
Tumit – Gunakan ibu jari Anda untuk memijat dengan membentuk lingkaran pada tumit bayi Anda
Jari Kaki – Bagian ini adalah penutup dari pijatan bagian kaki bayi. Peganglah jari mungilnya satu per satu menggunakan ibu jari dan telunjuk Anda, kemudian secara lembut tariklah searah dengan jarinya sehingga jari-jari Anda terlepas di ujung jari kaki bayi. Lakukan untuk kesepuluh jari kakinya.
Lengan – Ambil salah satu lengannya dan lakukan gerakan seperti yang Anda lakukan terhadap kakinya – gerakan seperti memerah susu, mulai dari ketiaknya, terus hingga ke pergelangan tangan. Kemudian pegang telapak tangannya, dan putar-putar secara perlahan beberapa kali, ke arah kanan dan kiri. Pindah ke lengan satunya lagi dan lakukan hal yang sama.
Telapak Tangan – Dengan menggunakan ibu jari Anda, pijatlah telapak tangan bayi Anda dengan gerakan memutar.
Jari Tangan – Sama seperti jari-jari kaki, secara lembut ambil satu per satu jari tangannya menggunakan ibu jari dan telunjuk Anda, lalu tarik secara perlahan.
Dada – Katupkan kedua telapak tangan Anda (seperti tapak Budha), lalu letakkan pada dadanya dalam keadaan seperti itu. Secara perlahan, buat gerakan ke arah luar tubuh bayi, sehingga telapak tangan yang terkatup secara perlahan terbuka menghadap ke bawah, dan telapak tangan Anda akhirnya menempel dan berjalan di atas dadanya. Ulangi beberapa kali.
Masih pada bagian dada, kali ini letakkan salah satu telapak tangan Anda dengan menghadap ke bawah, di daerah dada bayi, kemudian buatlah pijatan lembut ke bawah, ke arah pahanya. Buatlah gerakan ini secara bergantian, dengan tangan kanan dan kiri Anda.
Punggung – Balikkan tubuh bayi Anda secara perlahan, sehingga ia tengkurap. Posisi Anda berada di salah satu sisinya. Dengan menggunakan jari-jari tangan Anda, buatlah pijatan lembut melingkar dengan kedua tangan, dimulai dari bawah lehernya, sampai ke pantat si kecil. Pindahlah posisi Anda ke sisi sebelahnya lagi dan lakukan gerakan yang sama.
Masih pada bagian punggung, kali ini buatlah pijatan agak kuat dari sebelumnya, mulai dari bagian bahu, terus hingga ke kakinya.
Angkat
bagian belakang kepalanya dengan kedua tangan.
Setelah selesai, Anda bisa
memasangkan popoknya, lalu menggendong atau menyusuinya.
SELAMAT
MENCOBA
PIJAT BAYI DIPUSKESMAS SUKOMULYO, DI POLI KIA
BUKA SETIAP HARI,JAM KERJA Jam 08:00-11:00
Rabu, 11 Juli 2012
LANSIA
I.
PENGERTIAN
USIA LANJUT
Usia Lanjut adalah mereka yang berusia 60 tahun keatas.
II.
TANDA-TANDA
PENUAAN
1.
Secara fisik ditandai antara lain :
Kulit mengendur, penglihatan dan pendengaran menurun, gerakan-gerakan
melamban, ketrampilan tubuh berkurang, disertai penimbunan lemak yang biasanya
dibagian perut dan pinggul.
2.
Secara psikis ditandai dengan perasaan kesepian
dan merasa tidak diperlukan lagi.
III.
MANFAAT
OLAHRAGA
1.
Memelihara kesehatan
2.
Mempercepat penyembuhan penyakit tertentu,
misalnya kencing manis, darah tinggi, lemah jantung dan lain-lain.
3.
Memulihkan kesehatan
IV.
HAL-HAL
YANG PERLU DIPERHATIKAN
1.
Periksakan diri ke dokter untuk menentukan
apakah boleh berolahraga, dan sekaligus menetukan pilihan olahraga.
2.
Bagi yang mempunyai gangguan kesehatan,
sebaiknya olahraga dilakukan dibawah pengawasan dokter.
3.
Lakukan olahraga sesuai dengan kondisi tubuh,
jangan memaksakan sesuatu gerakan dan sebaiknya setiap gerakan dilakukan secara
santai.
4.
Latihan olahraga sebaiknya dilakukan 3 kali
seminggu dalam waktu 20 – 60 menit, dan setiap kali latihan denyut nadi
mencapai 60 – 80 % x Denyut Nadi Maksimal.
Denyut
Nadi Maksimal Adalah :
220 dikurangi umur
|
|
V.
CARA
BERLATIH
1.
Lakukanlah pemanasan, berupa gerakan senam
selama 5 – 10 menit,
Setiap gerakan dilakukan satu persatu sebanyak 8 (delapan) kali dan
selama melakukan gerakan jagnan menahan napas.
2.
Lakukanlah peregangan selama 5 menit
Pada waktu peregangan, posisi tersebut harus di tahan selama 10 detik,
dan jangan menahan napas.
3.
Lakukan latihan inti selama 20 menit, dengan
memilih salah satu olah raga seperti berjalan kaki, bersepeda, senam dan
berenang.
4.
Setelah selesai latihan inti lakukanlah
pendinginan dengan gerakan-gerakan seperti pada pemanasan selama 5
– 10 menit.
5.
Terakhir lakukanlah peregangan selama 5 menit
ANDA
INGIN BUGAR
AYO BERGABUNG
DALAM
KEGIATAN SENAM LANSIA
YANG DIADAKAN
SETIAP BULAN
PADA
HARI RABU
MINGGU
TERAKHIR
PUSKESMAS SUKOMULYO
MENYEDIAKAN PELAYANAN
ONE STOP SERVICE
Minggu, 08 Juli 2012
PKPR (Pelayanan kesehatan Perduli Remaja)
Remaja di
Indonesia mencakup seperempat dari seluruh jumlah penduduk di Indonesia.
Mengingat remaja adalah merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa,
Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan
untuk mengenal identitas/jati dirinya. Remaja cenderung energetic, selalu ingi
tahu, emosi yang tidak stabil, cenderung brontak dan mengukur segalanya dengan
ukurannya sendiri dengan cara berpikirnya yang tidak logis. Hal ini sering
menyebabkan adanya konflik dengan orang tua, guru maupun figure otoritas
lainnya. Dalam perkembangannya remaja sangat rentan terhadap pengaruh
lingkungan. Lingkungan social dan budaya yang tidak positif merupakan factor
resiko bagi remaja untuk terjebak dalam perilaku merokok, minum-minuman keras,
penggunaan narkoba, seks sebelum menikah, tawuran, criminal, kebut-kebutan di
jalan. Semua prilaku remaja yang dianggap menyimpang ini sangat beresiko
terhadap kesehatan dan keselamatan remaja. Walaupun secara biologis remaja
telah mampu untuk bereproduksi, namun karena secara fisik perkembangan belum
sempurna, maka banyak masalah kesehatan yang terjadi berkaitan dengan
reproduksi remaja. Seperti tingginya resiko kematian akibat kehamilan pada
remaja perempuan usia 15-19 tahun yang mencapa 2 kali lebih tinggi daripada
perempuan usia 20-24 tahun. Demikian juga dengan bayinya, bayi yang lahir dari
ibu remaja cenderung lahir perempuan dan menderita gangguan pertumbuhan,
sehingga resiko kematian bayi juga lebih tinggi. Selain itu pada masa
globalisasi ini, bila mana remaja tidak mampu menyeleksi informasi yang masuk,
juga akan dapat menimbukan masalah yang cukup serius, seperti anemia dan kurang
gizi, penyakit menular seksual, serta penyalagunaan NAPZA. Oleh karena itu
perlu dipersiapkan penanganan secara dini dengan pelayanan yang bermutu sesuai
dengan kebutuhan remaja.
Tumbuh kembang
remaja dan permasalahannya merupakan hudup manusia mulai dari bayi, anak,
remaja, dewasa, hingga orang tua, melewati tahapan-tahapan yang cukup rumit.
Pertumbuhan dalam segi jasmani dapat dilihat secara sederhana dengan cara
mengukur tinggi dan berat badan, jadi
dalam hal ini diperlukan gizi yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga tercapai
kesehatan fisik serta pertumbuhan yang proporsional. ada 3 perbedaan masa
remaja yaitu masa remaja awal yang berusia10-13 tahun, masa remaja tengah yang
berusia 14-16 tahun, dan masa remaja akhir yang berusia 17-19 tahun. Masa
remaja menjadi masa yang begitu khusus dalam hidup manusia, karena pada masa tersebut
terjadi proses awal kematangan organ reproduksi manusia yang disebut sebagai
masa pubertas. Pubertas berasal dari kata pubercere yang berarti menjadi
matang, sedangkan remaja atau adolescence berasal dari kata adolescere yang
berarti dewasa. Proses ini berlangsung dengan penuh konflik yang mempunyai
potensi menjadi malapetaka keharmonisan hubungan remaja dengan orang-orang di
sekitarnya terutama terhadap orang tuanya dan generasi yang lebih tua.
Sebenarnya, selama tak menimbulkan perpecahan dengan orang tua, konflik
merupakan satu aspek yang perlu dalam perkembangan yang sehat.
Masa remaja juga sebagai masa peralihan dari masa
anak-anak menuju dewasa ,pada masa ini banyak terjadi perubahan dalam hal fisik
dan psikis. Perubahan-perubahan tersebut dapat menyebabkan kekacauan-kekacauan
batin pada remaja, segingga masa remaja sering juga disebut sebagai masa
pancaroba. Kondisi ini menyebabkan remaja dalam kondisi rawan menjalani proses
pertumbuhan dan perkembangannya. Kondisi ini juga diperberat dengan adanya
globalisasi yang ditandai dengan makin derasnya arus informasi. Kondisi
seseorang pada masa remaja seakan-akan tak menentu atau dilematik, karena
dianggap sebagai anak, remaja sudah kelihatan besar dan sebaliknya dianggap
dewasa tapi masih kelihatan kecil. Hal ini menyebabkan masyarakat sulit
menentukan norma yang sesuai bagi remaja. Bila remaja bersikap seperti
anak-anak dikatakan tidak pantas karena suda dewasa. Sebaiknya bila bersikap
seperti orang dewasa, dikatakan masih kecil mau berlagak dewas. Perubahan fisik
pada remaja yang spesifik pada pertumbuhan fisik remaja baik laki-laki maupun
perempuan adalah kecepatan tumbuhnya (growth spurt). Pada saat ini pertumbuhan
tinggi badan (linier) terjadi amat cepat.
Perbedaan
pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan adalah pada pertumbuhan organ
reproduksinya, dimana akan direproduksi hormone yang berbeda, penampilan yang
berbeda, serta bentuk tubuh akibat berkembangnya tanda seks sekunder. Perubahan
fisik yang di alami oleh remaja laki-laki yaitu tubuh bertambah berat dan
tinggi; tumbuh rambut-rambut halus di
daerah pubis, kaki, tangan, dada, ketiak, dan wajah; keringat bertambah banyak;
kulit dan rambut mulai berminyak, yang kadang menyebabkan masalah jerawat;
lengan dan tungkai bertambah panjang; tangan dan kaki bertambah besar, sehingga
tidak trlihat seperti anak kecil lagi; pundak dan dada bertambah besar dan
bidang tumbuh jakun; suara berubah menjadi berat; penis dan buah zakar
membesar; mimpi basah. Sedangkan perubahan fisik yang dialami remaja perempuan
yaitu tubuh bertambah berat dan tinggi; tumbuhnya rambut-rambut halus di daerah pubis dan di
ketiak; payudara membesar; pinggul melebar; kulit dan rambut mulai berminyak;
keringat bertambah banyak; lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; tangan
dan kaki bertambah besar; tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar,
sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi; pantat berkembang lebih besar;
indung telur mulai membesar; vagina mulai mengeluarkan cairan; menstruasi.
Pada saat
purbertas terjadi perubahan fisik yang bermakna sampai purbertas berakhir dan
berhenti pada saat dewasa, keadaan ini terjadi pada semua remaja normal. Yang
berbeda adalah awal milainya. Mungkin ada remaja laki-laki yang sudah tumbuh
kumis tipis, sementara yang lainnya belum. Hal ini adalah variasi normal
perkembangan. Seringkali perkembangan yang berada dengan sebayanya membuat remaja risau, akan tetapi bila tidak
terlalu jauh dengan temannya masih bisa dianggap normal dan dalam waktu yang
tidak lama akan mengejar ketinggalan pertumbuhan tersebut. Harus diingat bahwa
seorang anak berkembang pada saat yang berbeda dan dengan kecepatan yang pula.
Mungkin seseorang anak sudah mencapai puncak pertumbuhan saat usia 15 tahun
sedangkan yang lainnya baru memulai pubertasnya.
Perkembangan
psikologis pada remaja menurut Erickson (1963), pencarian identitas diri mulai
dirintis seseorang pada usia yang sangat muda, yaitu sekitar usia remaja muda.
Pencarian identitas diri berarti pencarian diri sendiri, di mana remaja ingin
tahu kedudukan dan perannya dalam lingkungannya, di samping ingin tahu tentang
dirinya sendiri yang menyangkut soal apa dan siapa dia, semua yang berhubungan
dengan “aku” ingin diselidiki dan dikenalnya. Pada usia 12-15 tahun, pencarian
identitas diri masih berada pada tahap permulaan. Dimulai pada pengukuhan
kemampuan yang sering diungkapkan dalam bentuk kemauan yang tidak dapat di
kompromikan sehingga mungkin berlawanan dngan kemauan orang lain. Bila kemauan
itu ditentang, mereka akan memaksa agar kemauannya dipenuhi. Emosi adalah
perasaan yang mendalam yang biasanya menimbulkan perbuatan atau prilaku.
Perasaan dapat dipakai berkaitan dengan keadaan fisik atau psikis sedangkan
emosi hanya dapat dipakai untuk keadaan psikis saja. Pada masa remaja, kepekaan
emosi menjadi meningkat, sehingga rangsangan sedikit saja sudah menimbulkan
luapan emosi yang besar, misalnya menjadi marah atai menangis. Masa remaja
didominasi oleh peran emosi, hal ini dapat dilihat dari seleranya tentang lagu,
buku bacaan, tingkah lakunya naik kendaraan. Kepekaan emosi remaja yang
meningkat bisanya akan dibawa ke mana-mana, misalnya putus pacar, maka
frustasinya akan di bawah ke sekolah, ke rumah, di jalan dan bahkan dapat
mempengaruhi prestasinya. Kepekaan emosi yang neningkat dapat berbentuk menyendiri,mudah
marah, gelisah dengan bentuk tingkah laku seperti menggigit kuku, garuk-garuk
dan sebagainya, merusak benda-benda, mencoret-coret, suka berkelahi atau bahkan
tak ada selerah makan.
Perkembangan
kecerdasan dalam remaja, perkembangan intelegensia masih berlangsung sampai
usia 21 tahun. Dari perkembangan intelegensia ini maka remaja lebih suka
belajar sesuai yang mengandung logika yang dapat untuk mengerti hubungan antara
hal yang satu dengan yang lainnya. imajinasi remaja juga menunjukkan kemajuan,hal
ini ditandai dengan banyak prestasi yang dicapai remaja misalnya mengarang
lagu, membuat karangan limiah, membuar sajak dan prestasi-prestasi lainnya yang
menggambarkan kemampuan intelegasi dan imajinasi remaja. Pemilihan pekerjaan
dan kesempatan belajar, apabila yang dipilih pekerjaan belajar yang sederhana,
maka muda melaksanakannya. Akan tetapi bila yang dipilih adalah
pekerjaan-pekerjaan sulit hal ini memerlukan suatu kesempatan belajar yang
sulit pula membutuhkan waktu yang panjang, penyesuaian juga sulit serta
bersifat slektif. Sekolah juga merupakan lembaga social bagi remaja, di mana
aktivitas banyak di lakukan.
TELAH DIBUKA POLI PKPR PUSKESMAS SUKOMULYO
BUKA TIAP HARI JAM KERJA
TEAM PKPR
Kharismaria Tri Harjani
Fitrotun Naziyah
Zulifah Zahroh
Bambang Kurniadi
Sabtu, 07 Juli 2012
DDTK
DETEKSI DINI TUMBUH
KEMBANG
Deteksi Dini Tumbuh
Kembang anak adalah kegiatan/ pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya
penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah. dengan ditemukan
secara dini penyimpangan/masalah tumbuh kembang anak, maka intervensi akan
lebih mudah dilakukan, tenaga
kesehatan juga mempunyai “waktu” dalam membuat rencana tindakan/intervensi yang
tepat, terutama ketika harus melibatkan keluarga/ibu. bila pennyimpangan
terlambat diketahui, maka intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan
berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
ada 3 jenis deteksi
dini tumbuh kembang yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan di tingkat
puskesmas dan jaringannya, berupa :
1.
deteksi dini
penyimpangan pertumbuhan, yaitu untuk mengetahui/menemukan status gizi
kurang/buruk dan mikrosefali
2. deteksi
dini penyimpangan perkembangan, yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan
anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya dengar.
3.
deteksi dini
penyimpangan mental emosional yaitu, untuk mengetahui adanya masalah mental
emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.
Adapun jadwal
kegiatan dan jenis skrinning/deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang
pada balita dan anak prasekolah oleh tenaga kesehatan sebagai berikut :
Umur
anak
|
Jenis Deteksi Tumbuh Kembang yang
Harus Dilakukan
|
|||||||
Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
|
Deteksi Dini Penyimpangan
Perkembangan
|
Deteksi Dini Penyimpangan Mental
Emosional
|
||||||
BB/TB
|
LK
|
KPSP
|
TDD
|
TDL
|
KMME
|
CHAT*
|
GPPH*
|
|
0 bulan
|
√
|
√
|
||||||
3 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||
6 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||
9 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||
12 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||
15 bulan
|
√
|
√
|
||||||
18 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|||
21 bulan
|
√
|
√
|
√
|
|||||
24 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|||
30 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|||
36 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
42 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
48 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
54 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
60 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
66 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
72 bulan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
keterangan :
BB/TB : Berat Badan terhadap Tinggi badan
LK :
Lingkaran Kepala
KPSP : Kuesioner Pra Skrining Perkembangan
TDD :
Tes Daya Dengar
TDL :
Tes Daya Lihat
KMME : Kuesioner Masalah Mental Emosional
CHAT : Checklist for Autism in Toddlers
GPPH :
Gangguan Pemusatan Perhatian dan
hiperaktivitas
Tanda *: Deteksi
Dilakukan atas indika
Langganan:
Postingan (Atom)